Tulang Bawang Barat– Gelombang penolakan terhadap operasional Karaoke Diva di wilayah Marga Kencana terus menguat. Warga setempat secara resmi menyatakan keberatan dan mendesak pihak berwenang untuk segera menghentikan aktivitas tempat hiburan tersebut karena dinilai telah memicu keresahan luas di tengah masyarakat.
Penolakan resmi ini merupakan puncak dari kegeraman warga yang merasa kenyamanan lingkungannya terusik.
Keberadaan Karaoke Diva yang beroperasi di tengah permukiman padat penduduk dianggap mengabaikan aspek lingkungan dan sosial masyarakat sekitar.
Suara Bising dan Gangguan Ketertiban
Keluhan utama warga berfokus pada suara bising musik yang terdengar hingga larut malam. Kondisi ini sangat mengganggu waktu istirahat, terutama bagi lansia dan anak-anak sekolah.
Warga menilai operasional karaoke tersebut telah melanggar batas kenyamanan dan norma ketertiban umum di lingkungan mereka.
“Kami sudah sangat bersabar, namun keluhan lisan kami selama ini seolah tidak digubris. Lingkungan kami yang tadinya tenang kini berubah menjadi resah karena aktivitas di Karaoke Diva,” ujar salah satu perwakilan warga Marga Kencana.
LSM TRINUSA Desak Tindakan Tegas APH dan Instansi Terkait
Menanggapi gejolak tersebut, Ketua DPC LSM TRINUSA Tulang Bawang Barat (Tubaba), Masdar, angkat bicara dan memberikan dukungan penuh terhadap tuntutan warga. Ia menegaskan bahwa pihak berwenang tidak boleh tutup mata terhadap keresahan yang terjadi di lapangan.
“Kami meminta dengan tegas kepada instansi terkait, khususnya Dinas Perizinan dan Satpol PP, serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan. Jangan biarkan konflik ini berlarut-larut. Jika memang izinnya bermasalah atau operasionalnya melanggar ketertiban umum, segera ambil tindakan tegas, segel, dan tutup permanen,” ujar Masdar dengan nada bicara serius.
Masdar menambahkan, keberadaan tempat hiburan yang menabrak norma lingkungan dan sosial hanya akan mencoreng citra Kabupaten Tubaba. Ia menegaskan bahwa pemerintah dan APH harus berpihak pada kepentingan rakyat banyak, bukan pada kepentingan oknum pengusaha.
Poin-Poin Dasar Penolakan
Warga bersama LSM TRINUSA merangkum beberapa poin utama yang menjadi dasar penolakan, antara lain:
1. Lokasi Tidak Tepat: Operasional di area permukiman padat yang tidak sesuai peruntukannya.
2. Abaikan Keluhan: Pihak pengelola diduga menutup mata terhadap protes warga sekitar.
3. Ketidakharmonisan Lingkungan: Keberadaan karaoke memicu potensi konflik sosial dan gangguan keamanan.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti menuntut hingga Karaoke Diva benar-benar ditutup. Penegakan aturan terkait perizinan dan zonasi wilayah menjadi harga mati bagi masyarakat demi mengembalikan kenyamanan Marga Kencana seperti sela kala. LSM TRINUSA menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga warga mendapatkan kembali hak atas ketenangan di lingkungan mereka.
Rilis: Tim/Red






